Pengadaan Papan Tulis Pintar Rp, 500 Miliar di Kalteng Disorot, Dugaan Monopoli Menguat

WWW.LIPUTANKALTENG.ID – PALANGKA RAYA ll Program pengadaan papan tulis pintar senilai Rp, 500 miliar di Provinsi Kalimantan Tengah menjadi sorotan tajam publik.

Proyek ambisius yang digagas Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah untuk periode 2024 – 2025, kini dibayangi kritik tajam hingga dugaan praktik monopoli dan penyimpangan.

AR, pemerhati kebijakan publik, menyebutkan bahwa niat pemerintah mendorong digitalisasi pembelajaran memang patut diapresiasi. Namun ia mengingatkan, implementasi di lapangan tidak boleh asal – asalan.

“Apakah infrastruktur di daerah terpencil sudah siap ?, Jangan sampai alat yang diserahkan hanya jadi pajangan karena tidak ada SDM yang mampu mengoperasikannya,” kata AR, Jum’at, (2005/2025).

Lebih jauh, AR mempertanyakan kejelasan merek papan tulis pintar yang digunakan dalam proyek tersebut. Ia menyoroti label “RAKINDO” yang tertera di unit-unit yang sudah didistribusikan.

“Publik patut bertanya, apakah RAKINDO ini pabrikan resmi atau hanya label dari pihak penyediab ?, Jika benar perusahaan ini pemenang tender, harus jelas asal teknologi dan lisensi perangkatnya,” ujarnya.

Dugaan monopoli juga muncul setelah sejumlah sumber menyebut adanya keterlibatan orang dalam yang mengatur jalannya proyek. AR mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan jika indikasi itu terbukti.

“Ini proyek besar. Masyarakat tidak ingin Kalimantan Tengah menjadi sorotan negatif, apalagi publik masih hangat dengan kasus dugaan korupsi di kementerian pendidikan yang mencapai hampir Rp, 10 triliun,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kalteng belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi tersebut. Sementara itu, desakan transparansi dan audit proyek terus menguat di tengah masyarakat yang khawatir anggaran jumbo ini justru menjadi ladang bancakan segelintir pihak.

( Tim / Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hei Bodoh.. Jangan di Copy!!