BPBPK Provinsi Kalteng Gelar Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah 2024
WWW.LIPUTANKALTENG.ID – PALANGKA RAYA || Badan Penanggulangan Bencana Penanggulangan Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiayan Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) pada Sub Kegiatan Penguatan Kelembagaan Bencana Daerah Tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya pada Rabu (25/9/2024).
Dalam sambutannya, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini yang dinilai sangat penting untuk mendukung implementasi UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya dalam kewajiban penanggulangan bencana. “Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan penanggulangan bencana di daerah. Saat ini, pemerintah berupaya menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045,” ujar Yuas.
Yuas juga menjelaskan bahwa salah satu indikator dalam RPJPN 2025-2045 adalah Indeks Risiko Bencana (IRB), yang menggambarkan proporsi kerugian ekonomi langsung akibat bencana relatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). “IRB merupakan salah satu dari 45 indikator utama pembangunan terkait penanggulangan bencana dan perubahan iklim. Ini juga menjadi pedoman dalam upaya transformasi ketahanan sosial, budaya, dan ekologi,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya menyelaraskan nilai IRB berdasarkan hasil perhitungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari kebijakan strategis penanggulangan bencana selama 20 tahun ke depan. Yuas menambahkan, perhitungan IKD tahun 2024 bertujuan menghasilkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) dan membandingkan IRBI Kalimantan Tengah antara tahun 2022 dan 2023, yang tercatat mengalami penurunan dari 123,56 pada tahun 2022 menjadi 121,72 pada tahun 2023.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, melaporkan bahwa kegiatan perhitungan IKD ini berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 September 2024, dengan format tatap muka. Kegiatan ini diikuti 28 perwakilan BPBD kabupaten/kota se-Kalteng, dengan narasumber dari BNPB RI.
“Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam menghadapi potensi bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas kelembagaan di daerah,” ungkap Ahmad Toyib.
Acara ini menjadi langkah nyata bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memperkuat kelembagaan penanggulangan bencana, seiring dengan upaya menyelaraskan pembangunan nasional dan daerah di bidang mitigasi bencana.
(Muel)






