Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Gelar Sosialisasi Pengelolaan BOSP dan BOSDA 2024
WWW.LIPUTANKALTENG.ID – PALANGKA RAYA || Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan kegiatan Sosialisasi Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan Daerah (BOSDA) untuk Tahun Anggaran 2024. Acara tersebut berlangsung pada Senin (21/10/2024) di M Bahalap Hotel Palangka Raya dan diikuti oleh 832 peserta yang terdiri atas 415 kepala SMA/SMK/SLB serta 415 bendahara dari seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Dalam laporannya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng yang dibacakan oleh
Sekretaris Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Safruddin menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para kepala satuan pendidikan mengenai pengelolaan dana BOSP dan BOSDA.
“Setelah sosialisasi ini, diharapkan peserta dapat mengelola dan melaporkan penggunaan dana tersebut dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Pada kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi penting, antara lain mengenai kebijakan umum bidang pendidikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, evaluasi pelaksanaan BOSP tahun sebelumnya, serta integrasi ARKAS dan SIPD dalam pengelolaan dana. Sosialisasi ini juga menyoroti kebijakan terbaru dalam pengelolaan BOSP dan BOSDA untuk tahun 2024.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Ahmad Husein, Plh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa.
“Pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk program BOSP dan BOSDA sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Husein menegaskan bahwa dana BOS harus digunakan secara efektif dan efisien untuk mendukung operasional sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan. “Pengelolaan dana harus dilakukan dengan tepat dan transparan untuk mencegah penyalahgunaan,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah pembinaan pemerintah untuk memastikan bahwa pengelolaan dana BOS berjalan secara baik, efektif, dan akuntabel. Diharapkan, hal ini akan meningkatkan kapasitas kepala sekolah dan bendahara dalam perencanaan dan pelaporan dana, sehingga pendidikan berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.
(Muel)






