headline

DPP Penyang Sawung Kalteng Cabut Dukungan terhadap Tono Priyanto dalam Sengketa Lahan

WWW.LIPUTANKALTENG.ID – PALANGKA RAYA ll Sebuah video yang menampilkan pernyataan sikap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Penyang Sawung Provinsi Kalimantan Tengah beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan publik pada, Senin (16/03/2026).

Dalam video tersebut, organisasi menyatakan secara resmi menarik dukungannya terhadap Tono Priyanto.

Pernyataan itu disampaikan setelah pihak organisasi mengaku memperoleh berbagai informasi serta melakukan penelusuran internal terkait persoalan yang melibatkan Tono Priyanto.

Diketahui, Tono saat ini tengah terlibat sengketa lahan dengan perusahaan tambang PT Asmin Bara Baronang (PT,ABB) di Kabupaten Kapuas.

Dalam rekaman video tersebut, perwakilan organisasi menyampaikan bahwa keputusan penarikan dukungan diambil setelah melalui proses pengumpulan data dan klarifikasi dari tim di tingkat kecamatan yang kemudian dilanjutkan dengan investigasi internal oleh DPP Penyang Sawung kalteng.

“Dewan Pimpinan Pusat Penyang Sawung Provinsi Kalimantan Tengah dengan ini menyatakan menarik dukungan terhadap kasus saudara Priyanto atau Tono setelah kami menerima informasi, data, dan fakta dari tim kecamatan serta melakukan investigasi secara seksama,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut.

Organisasi tersebut juga menyampaikan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk sikap resmi setelah mempertimbangkan berbagai informasi yang dihimpun selama proses penelusuran.

Meski demikian, hingga kini DPP Penyang Sawung Kalteng belum mengungkap secara rinci hasil investigasi yang menjadi dasar keputusan tersebut kepada publik.

Beredarnya video pernyataan sikap itu memicu perhatian masyarakat, terutama terkait perkembangan sengketa lahan antara Tono Priyanto dan PT Asmin Bara Baronang.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Tono Priyanto terkait sikap organisasi tersebut. Perkembangan lebih lanjut dari persoalan ini masih menunggu klarifikasi dari para pihak yang terlibat.

( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hei Bodoh.. Jangan di Copy!!
Exit mobile version