Bupati Pesawaran Resmikan dan Tandatangani Prasasti Unit Pengolahan Nutmeg Oil di Kecamatan Way Ratai
WWW.LIPUTANKALTENG.ID – PESAWARAN || Bupati Kabupaten Pesawaran H. Dendi Ramadhona, S.T.,M. Tr.,I.P.,menghadiri sekaligus meresmikan dan menandatangani prasasti unit pengolahan minyak Atsiri Pala Nutmeg Oil milik kelompok Usaha Warna Lestari, binaan Koprasi Produsen Serba Usaha Atsiri dan Rempah Tahura Mandiri di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Kamis (21/11/2024).
Turut hadir dalam acara tersebut, Anggota DPRD Pesawaran, Kadis Koprasi UKM dan Naker, Kadis Perindag, Camat Way Ratay, Kades Harapan Jaya, Kades Pesawaran Indah, Ketua dan Manajer serta anggota Koperasi Produsen Serba Usaha Atsiri dan Rempah Tahura Mandiri.
Bupati Kabupaten Pesawaran H. Dendi Ramadhona, S.T., M.Tr.I.P.,dalam sambutannya,” dengan awalan menyapa para tamu yang hadir, diantaranya anggota DPRD Pesawaran Julyan Sasongko dan juga kholid selaku pendamping para petani usaha mikro. Kholid ini, salah satu pejuang legalitas untuk para petani yang ada di wilayah regester.
“Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat berdebat dengan beberapa pihak yang tidak setuju dengan diberikannya legalitas atau izin kepada penggarap wilayah kawasan, namun beliau tetap maju tidak mau masyarakatnya yang ada di kawasan register terganggu gara – gara surat menyurat perizinan tidak ada, ” Ungkap Dendi
Kurang lebih 4 (empat) tahun, “Kita perjuangkan wilayah register untuk petani mendapatkan hak guna usahanya, dan alhamdulillah 4000, (emoat ribu) hektar dan hari ini bertambah 6000, (enam ribu) hektar di seluruh wilayah register pesawaran sudah bisa di kelola oleh masyarakat setempat yang ada di wilayah kawasan, ” Jelasnya
Setiaji Manajer Koprasi Produsen serba usaha atsiri dan rempah tahura mandiri mengatakan, ekosistemnya perlu di kembangkan, pertama petani, kedua pedagang yang ketiga prosesingnya atau pengolahannya terakhir suport dari pemerintah baik dari segi bantuan pemasaran, alat dan lainya sebagainya.
Tanaman pala adalah tanaman alternatif yang bisa bertahan hingga ratusan tahun selama tidak di tebang, dan hari ini langsung dapat bantuan unit pengolahan dari pemerintah daerah. “Mudah – mudahan baik dari segi pemasaran serta pengolahan akan semakin menjadi berkualitas,” Pungkasnya.
( Muzanni )
