Minimalkan Resiko KTD, Rumkit Bhayangkara Gelar Sosialisasi Peningkatan Budaya Keselamatan Pasien

PALANGKA RAYA – www.liputankalteng.id || Setiap pasien yang berada di lingkungan Rumah Sakit Bhayangkara  Palangka Raya, memiliki risiko mengalami kejadian tidak diharapkan (KTD) yang bisa menyebabkan terjadinya cidera fisik.

Hal-hal kecil tidak terduga semacam ini bisa saja terjadi akibat faktor keselamatan (safety) di lingkungan rumah sakit yang belum terkelola dengan baik. Misalnya saja pasien lanjut usia, ia memiliki risiko jatuh ke lantai dengan tidak sengaja.

Maka dari itu, risiko jatuh pada pasien seperti ini sebenarnya bisa dicegah dengan membangun budaya keselamatan pasien.

Untuk mencegah dan meminimalkan risiko KTD, Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya menghelat sosialisasi budaya keselamatan pasien betempat di Aula Gawi Hapakat Rumkit Bhayangkara Jalan A. Yani No. 22 kota Palangka Raya, Rabu (16/11/22) pagi.

Sosialisasi disampaikan oleh Ketua Sub Komite Keselamatan Pasien dr. Karina serta didampingi Kepala Urusan Pelayanan Medis (Kaur Yanmed) dr. William Bahagia dan diikuti 42 personel dari perwakilan masing – masing fungsi dan bagian.

Ketua Sub Komite Keselamatan Pasien dr. Karina dalam presentasinya menjelaskan, isu tentang keselamatan pasien yang telah diatur dalam UU. No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit tepatnya pada pasal 43 dan langkah-langkah yang diterapkan dalam membangun budaya keselamatan pasien di rumah sakit.

“Rumah sakit wajib menerapkan standar keselamatan pasien, dilaksanakan degan pelaporan insiden, menetapkan pemecahan masalah agar menurunkan angka KTD atau kejadian tidak diharapkan,” terang Karina.

Ia juga menekankan, bahwa tingkat keselamatan pasien di sebuah rumah sakit dapat dilihat dari semakin banyaknya laporan. Baik laporan pada Insiden Keselamatan Pasien (IKP) dan sebagus apapun sistem yang dimiliki.

“Namun budaya lapor ketika ada insiden masih rendah maka hasilnya pun tidak akan optimal,” lanjutnya.

Sementara itu, dr. William selaku Kauryanmed Rumkit Bhayangkara Palangka Raya menyebut bahwa sudah sepatutnya rumah sakit membangun sistem yang kuat agar budaya keselamatan pasien dapat dijalankan dengan baik.

Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini para personel di lingkup Rumkit Bhayangkara Palangka Raya dapat meningkatkan Budaya Keselamatan Pasien, sehingga nantinya dapat menjadi salah satu rumah sakit dengan tingkat pelayanan terbaik untuk masyarakat di kota Palangka Raya.

[ Melly / Hms ]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button